Masyarakat Setempat Tak Kreatif, Belitung Ditinggalkan

Pariwisata Pulau Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, suatu ketika akan ditinggalkan andai warga tidak kreatif membuat rekayasa yang mendukung kemudahan wisata ketika ini. Wisata alam yang menjadi pesona utama wisatawan datang ke Belitung mesti didukung sektor lain, laksana kuliner dan seni budaya. Demikian diajukan Ketua Panitia Bari’e Belitong Festival 2014 Muchtar Motong pada pendahuluan acara tersebut di Tanjung Pandan, ibu kota Kabupaten Belitung, Rabu (17/12/2014) malam. Acara yang dilangsungkan oleh pelaku wisata di Belitung tersebut baru kesatu kali. Dalam pesta rakyat yang dilangsungkan hingga Minggu (21/12/2014) malam itu, dilangsungkan sejumlah kesenian wilayah dan kuliner khas daerah, khususnya dari masa lalu. ”Semua maju sebab rekayasa. Wisata Bali pun maju sebab rekayasa,” kata Muchtar. Berangkat dari kekhawatiran tentang masa mendatang wisata Belitung itu, dia bareng sejumlah pihak yang peduli jajaki memberi sentuhan penyokong wisata dalam format Bari’e Belitong Festival 2014.

Kuliner khas masa kemudian dan kesenian wilayah Belitung sengaja ditampilkan supaya lebih unik wisatawan datang ke ”Negeri Laskar Pelangi” itu. Belitung tidak boleh bergantung pada wisata alam semata. Dengan adanya kuliner khas, kata Muchtar, wisatawan dapat memenuhi waktu malam hari ketika berlibur di Belitung. Pentas kesenian wilayah akan menyokong upaya menjaring wisatawan datang ke Belitung. Oleh sebab itu, kata Muchtar, pihaknya memilih Jalan Depati Endek yang terletak di pusat kota Tanjung Pandan sebagai tempat acara. Jalan tersebut suatu saat dapat disulap menjadi tempat wisata kuliner di Belitung. Jalan Depati Endek diinginkan menyerupai Jalan Malioboro di Yogyakarta. Potensi besar Bupati Belitung Sahani Saleh dalam sambutan tertulisnya menyatakan, Bari’e Belitong Festival 2014 ialah embrio dari upaya membuat wisata kuliner di daerahnya. Pemerintah Kabupaten Belitung sangat menyokong upaya itu. Kepala Dinas Pariwisata Belitung Jasagung Hariyadi menambahkan, potensi wisata kuliner dan kesenian wilayah di Belitung paling besar. Namun, ia belum dapat meyakinkan kapan wisata kuliner di Jalan Depati Endek diwujudkan.

Pembukaan acara yang dihadiri selama 1.000 warga tersebut berjalan meriah. Di panggung utama diperlihatkan grup Keroncong Stambul Fadjar yang menyajikan lagu wilayah setempat. Sejumlah saudagar makanan khas pun berjualan walau belum banyak. Beberapa pedagang nyaris kehabisan stok makanan sebelum acara pendahuluan dimulai. ”Saya belum berani berjualan banyak, fobia tidak laku. Besok saya bakal tambah makanannya,” ujar Rina, seorang pedagang. Berdasarkan pengamatan, dunia wisata di Belitung, terutama di Tanjung Pandan, tampak bergairah dan tak melulu menyajikan keindahan alam, terutama pantai. Di Pantai Tanjung Pandan, pada malam hari sejumlah kafe memperlihatkan grup musik untuk unik pengunjung.

Baca Juga :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *